Rabu, 25 Mei 2016

X-Men: Days of Future

Kru KotGa yakin bahwa Kotakers masih merasa ragu untuk menyaksikan sekuel dari X-Men: Days of Future Past (2014) ini dikarenakan review brutal yang diberikan oleh hampir sebagian besar media dan kritikus film yang telah melakukan screening film ini pada beberapa pekan yang lalu. Berdasarkan fakta tersebut, tidak mengherankan apabila Kotakers mengalami "perang keinginan" di dalam hati. "Nonton gak ya?" Ya memang, semua keputusan kembali ke diri sendiri. Namun kalau Kru KotGa boleh memberikan masukan, alangkah baiknya apabila Kotakers menyaksikan film ini. Tidak seperti review negatif yang banyak beredar, sebaliknya, Kru KotGa justru menilai film ini sangat fantastis. Namun sebelum Kru KotGa membahas lebih lanjut tentang faktor-faktor yang membuat film ini layak untuk disaksikan, ada baiknya dibahas dulu tentang kekurangan yang terdapat di dalam film yang disutradarai oleh Bryan Singer (X-Men: Days of Future Past) ini. Monoton. Ya, mungkin inilah kalimat pembuka yang tepat untuk mendeskripsikan kekurangan yang ada di film ini. Entah apa memang Singer telalu nyaman dengan style penceritaannya atau tidak, yang jelas ketika menyaksikan adegan demi adegan di film ini, Kru KotGa sama saja seperti menyaksikan pola penceritaan yang kerap diperlihatkan oleh Singer di film-film X-Men sebelumnya. Maksud dari pola Singer yang sangat familier ini adalah di setiap film X-Men yang ada, Singer masih sering menceritakan asal-usul dan cikal bakal seluruh masalah dengan sangat detail. Memang sih, gaya penceritaaan itu sangat bagus untuk menjelaskan hal-hal yang ada di dalam film, namun terkadang penjelasan yang agak lama ini pada akhirnya bisa membuat audiens langsung bosan sebelum menyaksikan adegan-adegan aksinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar